Senin, 28 Maret 2011

Pergeseran Benua Eurasia Lebih Nyata dari Kiamat 2011


INILAH.COM, Jakarta - Pakar astronomi Boscha membantah kiamat 2012 akibat meteor jatuh. Ada ancaman lebih dahsyat dari bintang merah dan pergeseran lempeng Eurasia dengan bencana sangat besar.
Pakar Astronomi Boscha DR Mudji Raharto mengatakan tidak perlu mencemaskan ramalan astronomi suku Maya yang akan berakhir pada 2012 dan bumi disebut akan terjadi bencana besar.
"Sebenarnya tidak perlu cemas, justru mesti optimistis karena kemungkinan itu tidak akan terjadi apa-apa. Ritme kalender Maya dan ritme astronomi berbeda, katanya saat dihubungi INILAH.COM di Jakarta, Jumat (19/11).
Dari sudut pandang astronomi, tidak ada sesuatu yang mencemaskan pada 2012. Mudji menyebut semua yang terjadi hanya fenomena regular yang terjadi setiap tahun. Saat bumi beredar terhadap matahari, pasti akan bertemu dengan sisa-sisa komet. Bumi sudah pengalaman dengan hal seperti itu dan tidak akan terjadi bencana yang besar.
Menyangkut adanya Planet Nibiru yang ditutup-tutupi NASA dan sedang dalam jalur bertabrakan dengan bumi, Mudji menyebut obyek angkasa itu cuma mitos yang dibuat oleh orang-orang lewat persepsi masing-masing. "Memang akan ada fenomena reguler, tapi tidak ada yang menimbulkan bencana signifikan, tegasnya.
Sementara kecepatan meteor sendiri sekitar 70 km/detik. Dan dampaknya bisa luar biasa jika bertabrakan dengan bumi yang bergerak 100 ribu km/detik. Para pendukung teori kiamat menyebut akan ada tabrakan antar planet 2012.
Banyak orang yang percaya, NASA menyembunyikan informasi sebuah planet yang sedang dalam jalur akan menabrak bumi. Teori tabrakan itu berdasarkan klaim akan munculnya planet Nibiru yang seharusnya ditemukan bangsa Sumeria dan akan menabrak bumi.
Bencana tabrakan planet itu awalnya diprediksi akan terjadi pada Mei 2003. Namun karena pada tanggal itu tidak terjadi apa-apa, maka ramalan diundur menjadi Desember 2012.
Mudji menambahkan ada yang lebih berbahaya dari mitos tabrakan komet pada 2012. Karena ancaman dari bawah berupa gempa bumi dari pergeseran lempeng eurasia lebih nyata dibandingkan dengan ancaman astronomi.
Ia mengatakan lebih mengkhawatir bintang raksasa merah yang ditimbulkan oleh matahari. Bintang tersebut dapat menyedot seluruh planet ke dalamnya. Dampaknya tata surya akan musnah. "Namun tidak perlu khawatir karena bintang merah raksasa masih jauh dan diperkirakan terjadi 10 miliar tahun yang akan datang, tambahnya. [mdr]

 
»»  READMORE...

Asteroid Menghantam Dunia Tahun 2036, Russia Kirimkan SpaceCraft


Rusia kepala badan antariksa mengatakan Rabu, sebuah pesawat ruang angkasa dapat dikirim untuk mengetuk asteroid besar tentunya dan mengurangi kemungkinan dampak bumi, walaupun para ilmuwan AS mengatakan skenario seperti ini tidak mungkin.

Anatoly Perminov mengatakan kepada radio Rossii Golos lembaga ruang angkasa akan segera mengadakan rapat untuk menilai misi untuk Apophis. Dia mengatakan badan mungkin akhirnya mengundang NASA, European Space Agency, lembaga ruang angkasa Cina dan orang lain untuk bergabung dengan proyek.


Ketika 270 meter (885 kaki) asteroid pertama kali ditemukan pada tahun 2004, para astronom memprediksi peluang menabrak Bumi pada flyby pertama, pada 2029, pada 1-di-37.


Studi lanjut telah mengesampingkan kemungkinan dampak pada 2029, ketika asteroid diperkirakan akan datang tidak lebih dari 18.300 mil (29.450 kilometer) dari permukaan bumi, tetapi mereka menunjukkan kemungkinan kecil menjadi hit pada pertemuan berikutnya.




NASA telah meletakkan Apophis kemungkinan bisa menghantam Bumi pada 2036 sebagai 1-di-45, 000. Pada bulan Oktober, setelah dihitung ulang peneliti asteroid jalan, badan mengubah perkiraan sampai 1-di-250, 000.


NASA mengatakan pertemuan lain di dekat 2068 akan melibatkan 1-di-330, 000 kemungkinan dampak.


Don Yeomans, yang mengepalai NASA Near-Earth Object Program, mengatakan perhitungan yang lebih baik Apophis 'path dalam beberapa tahun "akan hampir pasti menghapus setiap kemungkinan tabrakan Bumi" di 2036.


Tanpa menyebutkan kesimpulan NASA, Perminov mengatakan bahwa ia mendengar dari seorang ilmuwan yang Apophis semakin dekat dan dapat menghantam planet ini. "Saya tidak ingat persis, tapi menurut saya itu bisa memukul bumi dengan 2032," kata Perminov.


"Rakyat hidup sedang dipertaruhkan. Kita harus membayar beberapa ratus juta dolar dan membangun sebuah sistem yang akan memungkinkan kami untuk mencegah tabrakan, daripada duduk dan menunggu hal itu terjadi dan membunuh ratusan ribu orang," kata Perminov.


Para ilmuwan telah lama berteori tentang strategi defleksi asteroid. Beberapa telah mengusulkan mengirimkan probe mengelilingi asteroid berbahaya untuk secara bertahap mengubah lintasan. Menyarankan orang lain mengirimkan pesawat ruang angkasa berbenturan dengan asteroid dan mengubah momentum, atau memukul dengan senjata nuklir.

Perminov tidak akan mengungkapkan rincian apapun dari proyek, mengatakan mereka masih perlu bekerja keluar. Namun dia mengatakan misi tidak akan memerlukan ledakan nuklir.


Hollywood action film "Deep Impact" dan "Armageddon," memiliki ruang menampilkan misi bencana berjuang untuk menghindari tabrakan. Dalam kedua film, ruang kru menggunakan bom nuklir dalam upaya untuk mencegah tabrakan.


"Perhitungan menunjukkan bahwa hal itu memungkinkan untuk membuat pesawat ruang angkasa tujuan khusus dalam waktu yang kita miliki, yang akan membantu menghindari benturan," kata Perminov. "Ancaman benturan dapat dihindari."


Boris Shustov, direktur Institut Astronomi di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Perminov memuji pernyataan sebagai tanda bahwa para pejabat telah datang untuk mengenali bahaya yang ditimbulkan oleh asteroid.


"Apophis hanyalah sebuah contoh simbolis, ada banyak benda-benda berbahaya lainnya kita tahu sedikit tentang," katanya, menurut kantor berita RIA Novosti. 102, 102);

»»  READMORE...

Olympus Mons, Gunung Terbesar di Tata Surya

Olympus Mons, adalah gunung terbesar planet Mars yang juga merupakan gunung terbesar di tatasurya (Solar System) kita. Gunung ini menjulang dengan tinggi mencapai 27 km dan memiliki diameter 550 km. Pada bagian kakinya, Olympus Mons di kelilingi oleh tebing terjal dengan ketinggian minimum 6 km. Pada bagian puncaknya, gunung ini memiliki kawah berdiameter 85 km.



Anda bisa menumpukkan tiga buah Mount Everest, titik tertinggi di bumi, dan gunung ini masih lebih tinggi dari tumpukan itu.
Gunung berdiameter terbesar di bumi adalah pegunungan Mauna Loa (Hawai) yang memiliki diameter sepanjang 120 km. Bandingkan dengan diameter Olympus Mons (550 km).

»»  READMORE...

Jumat, 25 Maret 2011

Fakta Tentang Perjalanan Luar Angkasa

                                                                                                                                               Ternyata terbang ke luar angkasa tak terlalu menyenangkan seperti yang kita lihat. Memang kalau kita lihat sepertinya memang menyenangkan bisa berkelana di luar angkasa. Tetapi ada fakta-fakta yang menakutkan seputar perjalanan di luar angakasa

Seperti dikutip dari Discovery, 12 Januari 2010, ada beberapa fakta yang "menarik" seputar kepergian ke luar Bumi itu.


Bangkai Makhluk Hidup

Penelitian dan eksplorasi ruang angkasa telah mengorbankan sejumlah nyawa makhluk hidup, terutama hewan. Jika Anda mengira mengorbankan monyet dan anjing di lab-lab pengujian atas nama ilmu pengetahuan di Bumi, sudah cukup buruk, bayangkan hal ini.

Sejumlah misi luar angkasa awal melibatkan prosedur re-entri ke Bumi. Sayangnya, tidak seluruh pesawat ulang alik berhasil. Diperkirakan, kini banyak bangkai anjing dan simian, jenis monyet yang mirip dengan manusia, yang telah menjadi mumi terus mengorbit Bumi sampai saat ini.


Kebocoran Udara

Alexei Leonov merupakan kosmonot Rusia pertama yang berjalan di ruang angkasa pada tahun 1965 lalu. Sayangnya ia mengalami kebocoran udara dan bahan pakaian mengalami kaku yang tidak diantisipasi sebelumnya.

Kakunya material kostum memaksa ia berupaya kembali ke dalam kapsul dengan susah payah. Ia terpaksa harus menurunkan tekanan di dalam kostum dengan risiko bahan kostum itu menggencetnya ke dalam.


Belum selesai sampai di situ, Voskhod, pesawat yang ia tumpangi meleset dari jalur dan mendarat di pegunungan Ural. Ia terpaksa tetap tinggal di dalam kapsul ruang angkasa tersebut di dalam sampai pertolongan tiba. Di luar, serigala lapar sudah menunggu.


Toilet

Pada 5 Mei 1961, astronot Alan Shepard lebih memilih untuk kencing di celana di pesawat Freedom 7 yang ia tumpangi. Andrew Chaikin, penulis khusus luar angkasa mendeskripsikan, perjalanan ke orbit demikian mengerikan.

Ia menuliskan bahwa toilet di ruang angkasa hanyalah berbentuk pembungkus seperti topi dengan lapisan perekat di pinggirnya. Astronot perlu mengoleskan atau memberikan lapisan anti kuman setelah ia buang hajat.


Nasihat para astronot bagi yang terpaksa memenuhi panggilan alam adalah: telanjang, siapkan waktu sekitar satu jam, dan bawa tisu banyak-banyak. Lakukan secepat mungkin sebelum urin membeku.



Dekompresi Mendadak
Tiga orang astronot Soyuz 11 tewas saat pesawat itu melepaskan tekanan udara saat akan masuk kembali ke atmosfir. Tahun 1965, seorang teknisi dari Johnson Space Center, Houston, AS berhasil hidup dan menceritakan pengalaman serupa.

Saat ia berada di ruang vakum, kecelakaan terjadi dan secara tidak sengaja, kostum luar angkasa yang ia gunakan kehilangan tekanan. Sebelum ia kehilangan kesadaran, yang ia rasakan adalah sensasi lembab yang ia rasakan di lidah terasa seperti mendidih.


Tidak seluruh pakar sepakat seputar gejala dekompresi mendadak. Akan tetapi, beberapa kemungkinannya adalah daging yang membengkak, darah menguap, bola mata meletus, dan pecahnya paru-paru.


Masih tertarik untuk pergi ke ruang angkasa?

»»  READMORE...

NASA’s Space Shuttle Discovery mulai perjalanan terakhir ke bumi dari Stasiun Luar Angkasa


Pesawat antariksa AS program tertua dan paling perjalanan, Discovery, telah mulai perjalanan akhirnya kembali ke Bumi setelah misi terakhir hampir sempurna ke Stasiun Antariksa Internasional. Antar-jemput penuaan telah menerbangkan lebih dari yang lain dalam armada selama karir 27 tahun, dan akan menjadi yang pertama dari tiga sampai pensiun sebagai angin Amerika Serikat bawah program antar-jemput yang ruang.
Astronot menyelesaikan pemeriksaan perisai panas pesawat itu dan tidak menemukan masalah, kata ketua tim manajemen misi NASA Leroy Cain, yang menumpuk memuji daya pesawat ruang angkasa setelah 39 misi

Misi Discovery awalnya dijadwalkan berlangsung 11 hari tapi diperpanjang sampai 13 sehingga astronot dapat bekerja pada perbaikan dan menginstal sebuah kamar kosong di lab mengorbit
Tetap Italia-dibangun Serbaguna Modul, sebelumnya dikenal sebagai Leonardo, sekarang di bawah lab dan menambahkan 21 dengan 15 kaki (6,5 dengan 4,5 meter) dari ruang ekstra untuk penyimpanan dan percobaan
Astronot juga membawa robot humanoid pertama ke stasiun ruang angkasa, meskipun menghabiskan sebagian besar waktu dibungkus bahan kemasan dan tidak akan menjadi sepenuhnya operasional untuk beberapa waktu
Selama misi itu, Presiden Barack Obama disebut enam astronot Discovery dan enam mereka crewmates yang sudah di atas kapal ISS untuk mengatakan dia bangga kerjasama mereka dalam ruang

Astronot NASA Eric Boe poin kamera melalui jendela overhead di dek penerbangan belakang Ruang Shuttle Discovery untuk memotret Stasiun Luar Angkasa Internasional setelah undocking dari dua pesawat ruang angkasa
Space Shuttle Discovery terlihat melalui jendela di papan Stasiun Luar Angkasa Internasional setelah undocking dari dua pesawat ruang angkasa
Selama misi pesawat itu kru terbangun untuk pesan pribadi dari aktor William Shatner, yang memerankan Kapten Kirk dalam seri Star Trek populer. “Space, batas akhir. Ini telah menjadi perjalanan pesawat ulang-alik ruang Discovery,” kata Shatner dalam pengantar khusus dicatat dengan “Theme dari Star Trek,” diputar pada akhir pagi awak di luar angkasa
Ketika tanah antar-jemput, itu akan menghabiskan total 365 hari dalam ruang selama karir, penebangan sekitar 150 juta mil (241 juta kilometer)

Space Shuttle Discovery pilot Eric Boe bekerja kontrol untuk sistem manipulator remote (RMS) di dek belakang penerbangan pesawat ulang-alik

Astronot NASA Michael Barrat menonton gelembung air mengambang bebas di dekat dia di middeck dari Space Shuttle Discovery
angkutan NASA sisa – Endeavour dan Atlantis – dijadwalkan untuk membuat penerbangan terakhir mereka kemudian pada tahun 2011. Setelah itu metode satu-satunya transportasi ke dan dari ISS akan melalui ruang Rusia kapsul Soyuz, yang dapat membawa tiga orang pada suatu waktu
Discovery telah rusak tanah baru beberapa kali sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1984. Ini diangkut teleskop Hubble Space, adalah pesawat pertama yang diperintahkan oleh astronot perempuan dan yang pertama bertemu dengan Rusia Mir Space Station
shuttle ini juga yang pertama untuk kembali ke ruang setelah dua bencana besar, ledakan Challenger pada tahun 1986 dan bencana Columbia pada tahun 2003 ketika pesawat pecah ketika kembali ke arah bumi

»»  READMORE...

2013, Wisata Luar Angkasa Kembali Dibuka




Perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang wisata luar angkasa, Space Adventures, akan kembali membuka kesempatan bagi para turis yang tertarik berkunjung ke stasiun antariksa internasional pada tahun 2013.

Menurut perjanjian yang baru dengan badan luar angkasa Rusia, Roscosmos, dan produsen pesawat luar angkasa RSC Energia, akan ada tiga kursi tambahan yang tersedia di kapsul luar angkasa Russian Soyuz mulai tahun 2013.

Pengiriman turis ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) ini disepakati setelah tercapainya kesepahaman untuk meningkatkan produksi pesawat luar angkasa Soyuz dari empat menjadi lima unit per tahun.


"Kami sangat senang mengumumkan kerja sama ini dan ingin berterima kasih kepada rekan dari Rusia atas penambahan produksi Soyuz serta memberi Space Adventures jasa transportasi pada pesawat luar angkasa berawak," kata Kepala Space Adventures Eric Anderson, dalam suatu pernyataan.

Direktur Penerbangan Luar Angkasa Manusia Roscosmos Alexei Krasnov mengatakan, "Penambahan pesawat luar angkasa kelima Soyuz akan menambah fleksibilitas dan pengulangan atas kemampuan transportasi ISS. Kami menyambut kesempatan meningkatkan upaya memenuhi tuntutan publik terhadap akses ke luar angkasa."

Space Adventures yang didirikan pada 1998 merupakan satu-satunya perusahaan yang telah memesan penerbangan pribadi ke ISS. Space Adventures telah merancang delapan penerbangan luar angkasa pribadi untuk tujuh orang sejak 2001. Pada tahun yang sama, pengusaha asal California, AS, Dennis Tito, menjadi penjelajah luar angkasa pertama yang terbang dengan dana pribadi. Setelah itu sejumlah orang kaya lain turut mengarungi angkasa.

Turis dalam misi terakhir Space Adventures adalah seorang miliuner Kanada bernama Guy Laliberte. Pendiri rombongan sirkus Cirque du Soleil ini memanfaatkan perjalanan ke luar angkasanya untuk akses global terhadap air bersih, melalui ogranisasi nirlaba miliknya ONE DROP Foundation. Laliberte dikabarkan membayar 35 juta dollar AS (sekitar Rp 315 miliar) untuk perjalanan angkasa selama 11 hari.

"Sejak Guy Laliberte, ada peningkatan ketertarikan individu, organisasi, dan sektor komersial, yang mencari cara untuk dapat mengakses stasiun luar angkasa. Kami telah berbicara dengan pihak-pihak tersebut tentang program ilmu pengetahuan, pendidikan, dan multimedia, serta berharap dapat membuat sejumlah pemberitahuan besar dalam beberapa tahun mendatang," ujar Anderson.

Ia menambahkan kursi untuk perjalanan luar angkasa ini sudah mulai bisa dipesan. Namun, Anderson enggan memberi tahu dana pasti yang diperlukan seseorang untuk menjelajah luar angkasa. "Kami tidak begitu membicarakan finansial. Tapi, biaya tergantung dari banyak hal, seperti berapa lama waktu di luar angkasa serta tingkat pertukaran mata uang," elak Anderson.

Menurutnya, secara kumulatif pengelana ruang angkasa akan menghabiskan tiga bulan di luar angkasa, menempuh perjalanan sejauh 54 juta kilometer, serta menjadi duta besar dalam berbagi pengalaman dan menjelaskan kepada jutaan orang di dunia tentang pentingnya menjelajahi luar angkasa.
»»  READMORE...

Sabtu, 19 Maret 2011

Ledakan Bone Akibat Asteroid Jatuh


bima sakti

                                                                                                                                                             Jakarta - Pakar astronomi mengungkapkan bahwa ledakan besar yang terjadi di perairan Teluk Bone pada 8 Oktober 2009 lalu adalah akibat jatuhnya meteorit yang berasal dari asteroid berdiameter sekitar 10 meter ke bumi.

"Ledakan terjadi karena tekanan atmosfer menyebabkan pelepasan energi yang cukup besar, di mana kecepatan jatuh meteorit tersebut sekitar 20,3 km per detik atau 73.080 km per jam," kata pakar astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Dr Thomas Djamaluddin kepada Antara di Jakarta, Selasa (27/10).
Sistem pemantau internasional untuk larangan percobaan nuklir dari 11 stasiun, ujarnya, melaporkan telah mendeteksi adanya ledakan besar yang berpusat di sekitar lintang 4,5 LS dan bujur 120 BT, sekitar pukul 11:00 WITA pada 8 Oktober.
Analisis ledakan menunjukkan bahwa kekuatan ledakan sekitar 50 kiloton TNT (Trinitrotoluena), sinyal ledakan tersebut juga mencapai stratosfer yang tingginya lebih dari 20 km.
Namun kebanyakan asteroid yang jatuh tidak menyebabkan kerusakan di bumi kecuali diameternya mencapai lebih dari 25 meter.
Dikatakan Djamal, berdasarkan perkiraan sebaran meteoroid-asteroid di antariksa dekat bumi, objek seperti itu punya kemungkinan jatuh di bumi setiap 2 sampai 12 tahun.
Pada Kamis, 8 Oktober, warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dikejutkan dengan adanya suara ledakan di mana sejumlah saksi mata sempat melihat benda memancarkan api dan asap di udara.
Namun informasi yang beredar simpang siur, kebanyakan mengira ledakan itu merupakan ledakan pesawat jet tempur Sukhoi yang sedang melakukan latihan dari markasnya di Skadron Udara 11 Pangkalan Udara Sultan Hassanuddin, Makassar.
Sedangkan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) IV Makassar sempat mengaku telah terjadi gempa kecil sebesar 1,9 Skala Richter (SR) di permukaan di perbatasan Kabupaten Bone dan Wajo, di mana di wilayah tersebut terdapat Patahan Sa`dang.
Warga lainnya menyebutkan ledakan yang sempat menimbulkan getaran di darat tersebut disebabkan aksi bom ikan yang dilakukan nelayan setempat, namun ada pula warga yang telah menduga bahwa benda tersebut adalah meteorit.
»»  READMORE...

Teleskop NASA Fermi Singkap Bukti Teori Ruang-Waktu


                                                                                                                                                            Balapan di alam semesta selama 7,3-milyar-tahun, dua partikel bermuatan tinggi telah tertangkap oleh Telescope Ruang Angkasa Sinar Gamma Fermi NASA berselang tidak lebih dari sedetik antara satu sama lainnya. Para ilmuwan gembira dan percaya hal ini bisa menjadi bukti teori ruang-waktu yangdiungkapkan oleh Einstein, menurut laporan Daily Mail.
Foton diluncurkan pada maraton selama ledakan pendek sinar gamma, suatu pencurahan radiasi yang kemungkinan dihasilkan oleh tabrakan dari dua bintang neutron, benda-benda yang dikenal paling padat di alam semesta.
Salah satu foton memiliki energi satu juta kali lebih banyak dari yang lain tetapi mereka (dua foton)  tiba pada saat yang hampir bersamaan.

Dalam visi Einstein tentang kesatuan ruang-waktu semua bentuk radiasi elektromagnetik, dari sinar gamma hingga sinar-X, ia dianggap melakukan perjalanan melalui ruang hampa udara dengan kecepatan yang sama, tidak peduli berapa banyak energi yang mereka miliki.
Tetapi dalam beberapa teori-teori baru tentang gravitasi, ruang-waktu dianggap memiliki 'pergeseran, struktur berbusa' ketika dilihat pada skala triliunan kali lebih kecil daripada elektron.
Model baru mengenai alam semesta ini mengatakan 'tekstur berbusa' ini akan memperlambat energi foton yang lebih tinggi dibandingkan dengan energi yang lebih rendah satu tingkat.
Hasil penelitian Teleskop Fermi menunjukkan bahwa hal ini tidak terjadi sesuai dengan yang ilmuwan yakini berselang sembilan-persepuluh detik, ketika tersebar di lebih dari tujuh milyar tahun, terlalu kecil untuk menjadi signifikan.
Profesor Peter Michelson dari Stanford University mengatakan: "Pengukuran ini menghilangkan setiap pendekatan terhadap teori baru gravitasi yang memprediksi energi yang kuat tergantung pada perubahan dalam kecepatan cahaya."
Penyelidik utama Large Area Telescope Fermi (LAT) menyimpulkan: "Untuk satu bagian dalam 100 juta milyar, kedua foton bergerak dengan kecepatan yang sama. Teori Einstein masih memegang peran."  
Tim Profesor Michelson telah menerbitkan sebuah makalah tentang temuan dalam suatu jurnal Nature versi online.
Fisikawan telah merindukan selama bertahun-tahun untuk mengembangkan teori pemersatu bagaimana alam semesta bekerja. Tapi tak seorang pun mampu menemukan satu teori yang membawa semua empat kekuatan fundamental di alam semesta menjadi satu teori.
Model Standar fisika partikel dianggap telah berhasil menyatukan tiga dari empat. Ini adalah tekanan kuat' yang menyatukan nukleus bersama-sama di dalam atom dan tekanan lemah' yang bertanggung jawab atas peluruhan radioaktif dan elektromagnetik.
Namun gravitasi selalu menjadi orang aneh pada model ini. Meskipun sejumlah teori telah dikemukakan, tak satu pun telah terbukti berhasil.
Teori relativitas Albert Einstein juga gagal untuk menyatukan empat kekuatan tetapi bukti terbaru menunjukkan teorinya lebih mendekati kepada kebenaran daripada banyak teori-teori modern lainnya. (Daily Mail/sri)
»»  READMORE...

Dunia baru di Luar Galaxi

FREE photo hosting by Free Image Hosting, Image Sharing Made Easy, Foto Hosting Gratis
INILAH.COM, Jakarta- Untuk pertama kalinya, dunia baru telah ditemukan di luar galaksi kita, menurut para astronom.

Ilmuwan telah menemukan exoplanets di dalam Bima Sakti, dan kini jumlahnya telah mencapai 403 katalog sejak pertama kali ditemukan pada 1995. Yang terjauh letaknya berada sekitar 20.000 tahun cahaya.
Tapi Erin Mentuch dari Universitas Toronto, Kanada, membuat penemuan yang menelisik lebih jauh ke dalam luar angkasa.
Bintang-bintang telah meledak secara tidak beraturan dalam Bima Sakti kita sendiri, di Nebula Carina. Sekarang para ilmuwan telah menemukan bukti dari bintang-bintang baru yang membentuk sistem tata surya berjarak miliaran tahun cahaya
Mentuch menganalisi 88 galaksi terpencil menggunakan data dari Gemini Deep Survey. Cahaya itu dipancarkan ketika alam semesta berada sekitar tujuh sampai 10 miliar tahun lalu.
Galaksi terlalu terpencil untuk melihat sebuah bintang secara utuh, tetapi output cahayanya ditemukan pada dua puncak panjang gelombang yang berbeda.
Gelombang pendek kombinasi dari cahaya bintang galaksi, sementara yang lebih panjang berasal dari debu antarbintang yang menyala-nyala.
Namun, mahasiswi doktoral tersebut melihat adanya komponen ketiga yang samar diantara puncak. Cahaya misterius ini terlalu dingin untuk menghasilkan bintang-bintang, tapi terlalu hangat untuk menjadi debu.
Mentuch menyimpulkan itu kemungkinan besar disebabkan oleh cakram circumstellar yang merupakan pusaran awan debu dan gas, yang membentuk sistem tenaga surya baru di bintang yang baru terbentuk.
“Ini hasil yang paling mengejutkan yang pernah saya kerjakan,” ujar pembimbing doktoral Mentuch, Roberto Abraham, yang juga bekerja sama dalam proyek ini.
Penemuan dapat menunjukkan bagaimana perubahan tingkat pembentukan planet
selama miliaran tahun dan sebagai dunia baru di luar tata surya bumi.[ito]
»»  READMORE...

"Ada Puluhan Miliar Planet di Galaksi Bima Sakti"

 
Galaksi Bima sakti. (Foto: nasa.gov)



                                                                                                                    WASHINGTON (Berita SuaraMedia) - Sejumlah ilmuwan melakukan sensus planet untuk pertama kalinya dan memperkirakan bahwa galaksi Bima Sakti memiliki setidaknya 50 miliar planet.

Dari jumlah itu, setidaknya 500 juta planet memiliki suhu yang tidak terlalu panas ataupun terlalu dingin, sehingga memungkinkan adanya kehidupan. Demikian seperti diberitakan MSNBC,

Perkiraan jumlah ini didasarkan hasil sementara yang diperoleh teleskop pemburu planet, Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

Ilmuwan Kepler, William Borucki, mengatakan, jumlah planet tersebut diperoleh dari pengamatan zona kecil di langit malam, lalu membuat estimasi dengan dasar asumsi, setiap bintang memiliki sejumlah planet. Kepler menghitung planet-planet tersebut saat melintas antara Bumi dan orbit bintang.

Misi utama sensus ini, selain mendapatkan gambaran berapa banyak planet yang terdapat dalam galaksi Bima Sakti, adalah menemukan planet yang berpotensi untuk dihuni.

Sejauh ini, Kepler telah menemukan 1.235 kandidat planet yang diperkirakan bisa menopang kehidupan, 54 di antaranya berada di zona Goldilocks. Misi Kepler bukan untuk memeriksa setiap planet, namun memberi gambaran pada para astronom tentang jumlah planet, khususnya yang berpotensi ditinggali makhluk hidup.

Borucki dan rekan-rekannya menggambarkan, satu dari dua bintang memiliki planet, dan satu dibanding 200 bintang memiliki planet yang berpotensi ditinggali makhluk hidup. Estimasi ini diumumkan dalam konferensi tahunan American Association for the Advancement of Science.

Ini baru perkiraan minimum, sebab bintang-bintang tersebut bisa memiliki lebih dari satu planet. Kepler pun belum mampu melihat planet-planet di sisi luar bintang.

Misalnya, jika Kepler berjarak 1.000 tahun cahaya dari Bumi dan melihat ke Matahari, ketika Venus melintas, hanya ada kemungkinan 1:8 Kepler melihat Bumi.

Untuk mendapatkan estimasi total jumlah planet, para ilmuwan menggunakan frekuensi yang telah diterapkan dan mengaplikasikannya ke beberapa bintang di Bima Sakti.

Sebelum sensus dilakukan, para ilmuwan berasumsi, ada 100 miliar bintang di Bima Sakti, sementara itu, tahun lalu, para astronom Universitas Yale, memperkirakan ada 300 miliar bintang.

Jumlah sebanyak itu hanya ada di galaksi Bima Sakti. Bayangkan jumlah seluruh planet di alam semesta. Apalagi, jumlah galaksi diperkirakan ada 100 miliar.

Borucki mengatakan, kalkulasi teranyar berdasar sensus ini akan mengantarkan kepada pertanyaan, adakah kehidupan lain di luar sana.
»»  READMORE...

Selasa, 08 Maret 2011

LUBANG HITAM (BLACK HOLE)Semakin Dekat Dengan Bumi dan Galaksi

LUBANG HITAM (BLACK HOLE) SEMAKIN DEKATI BUMI

Sebuah tim astronom internasional telah secara akurat mengukur jarak bumi ke lubang hitam untuk pertama kalinya. Tanpa menggantungkan pada model matematika, para astronom memperoleh hasil angka 7800 tahun cahaya, lebih dekat dari asumsi awal. Peneliti mendapatkan data dari emisi radio lubang hitam dan bintang mati di area tersebut.


Dengan tingkat kesalahan penelitian yang semakin kecil (kurang dari 6%), astronom telah mendapatka gambaran yang lebih jelas bagaimana lubang hitam berevolusi. Lebih jauh, jarak yang tepat dibutuhkan untuk mengukur putaran lubang hitam.




Jarak astronomis lebih mudah diukur dengan alat yang disebut parallax trigonometrik, di mana para astronom menggunakan pergeseran tahunan posisi bintang sebagai akibat orbit bumi mengelilingi matahari (parallax shift).


Peter Jonker dari Institut Riset Luar Angkasa Belanda SRON dan rekannya mengaplikasikan metode ini untuk pertama kalinya, sebagai pendekatan bagi lubang hitam dan bintang terkait, V404 Cygni dalam konstelasi Cygnus.




Lapisan paling luar bintang telah terkonsentrasi ke lubang hitam. Gas ini pertama kali mengakumulasi dalam bentuk lingkaran plasma di seputar lubang hitam sebelum kemudian lenyap masuk ke dalamnya, sebuah proses yang banyak melepaskan sinar-X dan gelombang radioaktif.


Jonker dan koleganya dapat mengukur secara pasti pergeseran parallax dalam sistem biner kita menggunakan kombinasi teleskop tersebar di seluruh sisi bumi yakni High Sensitivity Array (HSA).


Peneliti percaya bahwa perhitungan sebelumnya jarak lubang hitam dengan bumi ada penyerapan dan penguraian debu antar bintang yang dapat memberikan derajat kesalahan sebesar 50%. Sedangkan tingkat kesalahan penelitian terbaru ini kurang dari 6%.


Dari hasil pengukuran juga menemukan bahwa lubang hitam terbentuk dari ledakan supernova dan kemudian lubang tersebut bergerak di angkasa luar.




Tabrakan Antar Galaksi:


Tabrakan Galaxi Lebih Cepat!


Berdasarkan pengukuran paling mendetail yang pernah dilakukan, ilmuwan menemukan sistem tata surya kita bergerak 600.000 mph, berarti 100.000 mph lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.


Dengan rotasi yang lebih cepat, berarti Bimasaksti memiliki massa sama besar dengan Andromeda, sekitar 270 miliar kali massa bintang.


Itu berarti gaya gravitasi yang menarik galaxi Bimasakti ke arah tetangganya itu makin kuat dan tabrakan akan terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.


Galaxi Bimasakti dan Andromeda memiliki jarak 100.000 tahun cahaya, sehingga baru setengah jalan menuju tabrakan.


Sistem tata surya kita, berada sekitar 28.000 tahun cahaya dari pusat Bimasakti. Sedangkan jarak ke Andromeda sekitar dua juta tahun cahaya.


Penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan di American Astronomical Society Long Beach di California. Penelitian itu mendapati, tabrakan akan terjadi setara dengan saat matahari kita mulai meredup karena kehabisan bahan bakar nuklir, sekitar tujuh miliar tahun.


Kemungkinan lain selain tabrakan antar planet dan bintang, dua galaxi malah akan bergabung menjadi galaxi baru yang lebih besar.




Karl Menten, astronom di Max Planck Institute for Radio Astronomy di Jerman dan Mark Reid di Harvard-Smithsonian Centre for Astrophysics di Massachusett menggunakan teleskop radio yang disebut Very Large Baseline Array (VLBA) untuk membuat pengukuran yang akurat mengenai Bimasakti.






"Galaxi akan secara dramatis berputar tapi melemah hingga bergabung dan bintang akan mati secara bersamaan dan membentuk galaxi mati yang sangat besar," kata Gerry Gilmore, dari Institut Astronomi di Universitas Cambridge.

»»  READMORE...

Dibalik logika hari kiamat

Siapa yang tidak ngeri mendengar hari kiamat, dimana bumi bergoncang segoncang goncangnya, gunung gunung beterbangan seperti bulu tertiup angin. Semua tidak menghiraukan satu sama lain, yang ada bagaimana kita mempertanggung jawabkan perbuatan kita di hadapan sang pencipta. Mari kita sedikit menelaah secara ilmiah akan terjadinya peristiwa itu, memang benar dan tidak dapat dipungkiri, hari kiamat hanya Allah yang mengetahui, tapi kita sebagai manusia makhluk yang diberi akal untuk berpikir, seyogyanya memikirkan kiamat ini. Disini saya akan menjelaskan peristiwa kehancuran yang dialami bumi saja. karena kehancuran bumi tidak hanya disebabkan oleh faktoralam,namun juga oleh ulah manusianya sendiri.
Kita kembali pada penjelasan ilmiah tentang penyebab kerusakan bahkan kemusnahan mahkluk dimuka bumi. Selain banjir, senjata nuklir, polusi lingkungan, memburuknya iklim, dan lain sebagainya, menurut laporan majalah Discovery, AS, para ilmuwan juga memperhitungkan puluhan jenis bencana alam atau ulah manusia yang bisa mengakibatkan manusia mendekati kepunahan.
Letusan protuberan
yang maha besar di sudut kiri bawah (Courtessy: NOAA Photo Library)
Jaman sekarang, setiap saat orang-orang menyebarkan informasi tentang kepunahan spesies, sehingga kita mulai menyadari bahwa ini bukan sebuah fenomena perputaran alam yang baik.
Para ilmuwan telah memperkirakan, bahwa rasio kepunahan spesies organisme sekarang adalah 1.000 kali lipatnya zaman fosil, menurut statistik bahwa di atas bumi secara aktual terdapat 99% spesies berada di ujung kepunahan.
Dan pembunuh-pembunuh yang menghancurkan spesies ini, sebagian besar disebabkan aktivitas peradaban manusia saat ini. Aktivitas-aktivitas ini menyebabkan berbagai jenis makhluk hidup di bumi, termasuk manusia sendiri secara perlahan-lahan menuju ke dalam kondisi yang kritis, ada beberapa kondisi yang mungkin dapat dialami dalam gerakan putaran alam.
Mungkin Anda akan menganggap bahwa peringatan di atas hanya imajinasi sastrawan, namun di bawah pengamatan dan penyelidikan ilmuwan ditemukan bahwa dalam sejarah ratusan juta tahun, di atas bumi berkali-kali menyisakan bekas-bekas kehancuran.
Gempa bumi dan Perubahan Kerak Bumi
Dari sejumlah besar bangunan yang ditemukan di samudra, dengan fosil makhluk hidup samudra di atas daratan.
Semua ini cukup membuktikan “samudra berubah jadi sawah ladang, dan sawah ladang berubah jadi samudra (dunia mengalami perubahan besar)”, daratan tenggelam ke samudra, perubahan kerak bumi dasar laut yang naik menjadi daratan adalah fenomena yang sangat normal dalam aktivitas bumi.
Seperti misalnya Danau Lago Titicaca di Bolivia, Amerika Selatan, meski terletak di atas dataran tinggi, namun di kawasan sekeliling danau muncul jutaan fosil kulit kerang samudra, dan hingga sekarang masih terdapat makhluk samudra di danau tersebut, nelayan dapat menjala kuda laut, udang bercapit hijau dan kerang-kerangan.
Ini menunjukkan bahwa pada zaman dulu, dataran tinggi di sini mungkin masih berada di dasar laut, namun, karena perubahan kerak bumi, di desak hingga naik ke atas, dan masa terjadinya diperkirakan kurang lebih pada seratus juta tahun lampau. Daratan Atlantis dalam legenda, adalah peradaban yang hilang tenggelam ke laut karena perubahan kerak bumi.
Kerak Bumi Berubah Posisi
Tidak salah bila ada yang bilang tempat kita berpijak bumi kita tidak beda jauh dengan kulit apel. sedangkan dibawah kulit itu mengandung panas yang tak terkira.
Ketika professor Charles H.Hapgood sedang mempelajari peta kuno Kutub Selatan, ia pernah mengemukakan hipotesa peralihan kerak bumi (Earth Crust Displacement).
Dalam kondisi tertentu, segenap kerak luar bumi mungkin dapat menggerakkan posisinya secara menyeluruh, bagaikan selembar kulit jeruk tak berisi, setelah kendor dan terkelupas, akan menggerakkan segenap posisinya.
Menurut hipotesa tersebut, kerak bumi setebal 30 mil dapat meluncur di atas inti bumi yang tebalnya 8 ribu mil, beberapa sarjana AS mengaitkan hipotesa ini dengan bencana dahsyat di Alaska dan Siberia pada 11 ribu tahun lampau. Mereka memprediksikan daratan di Kutub Selatan saat ini, ternyata adalah daerah berjarak sekitar 2 ribu mil sebelah utara Kutub Selatan.
Dan sebelum adanya peradaban manusia ini, minimal pada 6 ribu tahun silam, telah terjadi peralihan kerak bumi, segenap kerak bumi menggerakkan posisi, hingga menggeser daratan Kutub Selatan ke posisinya saat ini. Ini membuat daratan yang hangat mendadak menjadi dingin, dan secara perlahan diselimuti dengan es dan salju.
Dan di saat bersamaan, Alaska dan Siberia juga mengarah ke Kutub Utara, sehingga membuat daratan yang semula hangat dalam sekejab menjadi dingin “membeku”. Ini secara rasional telah menjelaskan tentang lapisan tanah beku di utara Siberia, gajah raksasa berbulu panjang yang ditemukan serta sejumlah besar binatang yang tidak dapat hidup di daerah dingin, seperti misalnya badak, banteng, kuda, gezelle, srigala, machairodont (harimau bergigi pedang), singa dan sebagainya, selain itu juga ada mayat manusia.
Ledakan Sinar Gamma
Sinar Gamma adalah ledakan dengan kekuatan terdahsyat yang sudah diketahui di alam semesta saat ini, dan pengetahuan yang dipahami ilmuwan atas hal ini masih sangat terbatas.
Ilmuwan mendapati, bahwa sinar gamma (Gamma Ray Burst, GRB) yang berasal dari galaksi luar yang jauh, adalah energi yang dilepaskan kembali setelah hancurnya 2 bintang tetap, energi pancarannya sangat kuat dan tak dapat diduga, kurang lebih seribu kali lipatnya matahari.
Sebelum perubahan besar ini terjadi, manusia sama sekali tidak dapat mengamati perubahan sesudahnya, sehingga dengan demikian juga tidak tahu bagaimana cara mengantisipasinya. Jika terjadi, maka meski berada di tempat sejauh seribu tahun cahaya, dan meski pada malam yang biasanya cerah di sebuah tempat yang jauhnya tidak dapat Anda saksikan, ia juga akan terang secara tiba-tiba seperti matahari, kemudian melepaskan energi yang maha besar, dan menyinari bumi dengan pancarannya.
Meskipun lapisan atmosfer dapat melindungi kita terhindar dari serangan sinar Gamma dan sinar -X, namun pancaran-pancaran berenergi tinggi ini dapat membuat lapisan atmosfer menjadi panas dan menghasilkan nitrogenoksida, yang dapat secara serius merusak ozonosfer (lapisan ozon).
Yang lebih parah adalah ini dapat secara langsung mengacaukan proses fotosintesis plankton di samudera (mereka dapat menyuplai oksigen bagi atmosfer), merusak ekologi sekaligus juga menghancurkan rantai makanan.
Jarak sinar gamma yang ditemukan saat ini sangat jauh dari kita, meski pengetahuan yang diketahui ilmuwan atas hal ini sangat terbatas, namun dapat dibayangkan akibat yang mengerikan seandainya secara tiba-tiba ia menyinari bumi kita.
Planet Menabrak Bumi
Pada 1908 silam, sebuah meteorit komet setinggi kurang lebih 200 kaki (± 60 m) pernah melintasi lapisan atmosfer, dan mengenai kawasan, Siberia, akibatnya terjadi ledakan di kawasan tersebut. Klik disini untuk membaca ledakan misteri siberia
Menurut perhitungan astronom bahwa peristiwa sejenis akan terjadi setiap 100-300 tahun. Peristiwa ini, seandainya terjadi di samudera atau daerah yang jarang penduduknya, yang mana meskipun rasio kemungkinan manusia terhindar dari bencana ini sedikit lebih besar, namun ilmuwan mengatakan: terhadap planet besar, tidaklah penting di mana posisi yang diterjang mereka (planet). Karena bila meteor besar menghantam bumi pada bagian samudera, maka akan menimbulkan tsunami besar.
Jika meteorit selebar ½ mil (± 800 m) menabrak bumi (± setiap 250 ribu tahun) meski tidak sampai menyebabkan kepunahan seluruh umat manusia, namun cukup memusnahkan pembangunan peradaban umat manusia sekarang.
Sebuah meteorit selebar 5 mil menabrak bumi dapat menimbulkan gempa, tsunami, letusan gunung berapi, dan mengakibatkan kepunahan yang lebih dahsyat, sama seperti akhir zaman dinosaurus. (artikel2 terkait pernah dibahas di blog ini)
Pada 1994 silam, ilmuwan berhasil mengamati seluruh proses tabrakan Comet Shoemaker-Levy 9 dengan Jupiter, ini menjelaskan bahwa planet menabrak bumi bukan tidak mungkin, juga bukan peristiwa mengerikan yang baru akan terjadi ratusan tahun kemudian.
Lubang Hitam
Sistim galaktik pada umumnya dipenuhi dengan Lubang Hitam (black hole). Menurut prediksi ilmuwan secara garis besar, bahwa dalam sistem galaktik terdapat sekitar satu juta lubang hitam, benda-benda ini beredar sama seperti bintang lainnya.
Seandainya ada sebuah planet sedang akan mendekati kita, hal itu bisa kita prediksi, tapi jika seandainya itu adalah lubang hitam maka kita tidak akan mendapat peringatan. Jika sebuah planet yang akan menabrak bumi, para ilmuwan puluhan tahun silam bisa saja mengamati dan memprediksikan waktu maupun energinya secara konkret.
Namun lubang hitam tidak akan menabrak atau menghancurkan bumi, akan tetapi, ia -dengan kekuatan gravitasinya yang luar biasa- dapat mengacaukan orbit peredaran benda langit, sehingga suhu di bumi akan mengalami perubahan yang drastis.
Badai Matahari
Selama beberapa tahun terakhir ini, matahari sudah memasuki perubahan periodik medan magnetik yang terjadi setiap 10-11 tahun. Dalam masa demikian, partikel dan pancaran kemungkinan akan menerpa ke bumi dengan kecepatan 1juta km/jam. Dan ancamannya terhadap bumi, adalah suatu hal yang tak dapat diperhitungkan para ilmuwan.
Baru-baru ini, Pada April 2001 sebagaimana yang diperkirakan ilmuwan, telah terjadi ledakan bintik matahari yang dahsyat di permukaannya, dan ini merupakan salah satu ledakan terbesar yang tercatat selama ini, untungnya solar Flare (letusan gas matahari) tidak mengarah ke bumi (lihat pada foto di atas).
Karena itu sebagian besar energi yang dilepaskan letusan protuberan tidak akan sampai menerjang bumi. Letusan protuberan atau gas matahari disebabkan ledakan tiba-tiba dari energi magnetik.
Letusan ini dapat menambah kecepatan gerak partikel matahari hingga mendekati kecepatan cahaya dalam beberapa detik, sekaligus membuat suhu di permukaan matahari naik hingga jutaan derajat.
Energi yang dilepaskan letusan protuberan bahkan mencapai miliaran ton energi yang dihasilkan ledakan bahan peledak.
Diatas beberapa yang menjadikan bumi kita semakin banyak ancaman begitu juga kita sebagai makhluk yang menghuninya, disamping karena faktor alam yang manusia tidak bisa menghindar, namun beberapa lagi kehancuran bumi dikarenakan ulah manusia sendiri.
nbb:gambar di atas hanya ilustrasi,kecuali gempa bumi
»»  READMORE...

Sebuah Planet Asing Dekati Kiamat

Sebuah planet asing yang baru ditemukan sangat istimewa karena mengorbit bintang yang tengah sekarat. Planet semacam ini dicari-cari karena dapat membantu para astronom mempelajari proses hancurnya planet. Hal tersebut akan membuka pengetahuan baru mengenai proses terjadinya kiamat di tata surya.



Planet asing tersebut jenis palnet gas dan berukuran enam kali Planet Jupiter. Ia mengorbit bintang raksasa merah bernama HD 102272 yang berada di rasi bintang Leo, 1200 tahun cahaya dari Bumi (1 tahun cahaya setara dengan 9,5 triliun kilometer). Di bintang ini sebelumnya pernah ditemukan planet lain namun dengan jarak orbit lebih jauh.
Bintang-bintang berukuran kecil dan sedang seperti Matahari diyakini akan berangsur-angsur berubah menjadi bintang raksasa merah seiring berkurangnya emisi energi nuklir yang dilepaskannya. Begitu hidrogennya habis dilepaskan, inti bintang akan mengembang lalu mulai membakar helium. Bagian permukannya akan menggembung hingga 100 kali ukuran aslinya. Saat Matahari berubah sebesar itu, Bumi dan sejumlah planet mungkin telah hancur.
"Saat bintang-bintang raksasa merah mengembang, mereka akan melahap planet-planet terdekat," ujar Alexander Wolszczan, seorang pakar astrofisika dari Pennsylvania State University yang merekam planet baru itu dengan Hobby-Eberly Telescope di Observatorium McDonals, Texas, AS. Ia dan timnya menggunakan teknik pemantauan gejolak cahaya saat planet melakukan transit atau melintas di depan bintangnya.
Planet yang baru ditemukan hanya berjarak 0,6 AU (1 astronomical unit setara dengan jarak Matahari-Bumi). Ini merupakan jarak terdekat sebuah planet dengan bintang raksasa merah yang pernah terekam sejauh ini. Bintangnya sendiri baru 10 kali lipat ukuran Matahari dan akan terus mengembang hingga 100 kali lipat.
"Planet itu sendiri mengorbit bukan di ruang hampa melainkan gas yang dihembuskan akibat gejolak bintang. Jadi, energi untuk mengorbit terganggu gesekan atmosfernya dengan gas dan akhirnya mulai limbung bergerak spiral," jelas Wolszczan. Bagaimana akhir cerita planet tersebut, Wolszczan mengatakan mungkin belum akan terjadi dalam 100 juta tahun ke depan. Matahari sendiri membutuhkan waktu 5 miliar tahun untuk berubah menjadi bintang raksasa merah.

»»  READMORE...

Jumat, 04 Maret 2011

Planet Terpanas Dekat Bima Sakti Bakal Musnah

Planet Dekat Bima Sakti 300x224 Planet Terpanas Dekat Bima Sakti Bakal Musnah

Dapunta Online – PLANET TERPANAS di galaksi Bima Sakti sepertinya bakal menjadi planet paling pendek umurnya, lantaran perlahan-lahan dimakan bintang yang menjadi pusat edarnya.
Penemuan ini didapatkan oleh sebuah instrumen baru Teleskop Angkasa Hubble milik NASA yang disebut Cosmic Origins Spectrograph (COS). Planet ini, seperti dilansir NASA, mungkin hanya memiliki sisa umur 10 juta tahun lagi sebelum sama sekali lenyap ditelan bintang seperti matahari itu.
Planet yang disebut WASP-12b ini terletak sangat dekat dengan bintang ini sehingga mengalami pemanasan hingga 2.800 derajat Fahrenheit dan mengembang seperti sebuah bola rugby karena gaya tarik yang luar biasa besar. Atmosfirnya mengembang hampir tiga kali radius atmosfir planet Jupiter. Planet malang ini 40 persen lebih padat daripada Jupiter.
Kedekatan dua objek angkasa sebenarnya biasa dalam sistem perbintangan, namun ini untuk pertama kali terlihat nyata efeknya pada sebuah planet. “Kami melihat awan raksasa mengeliling planet, yang akan ditangkap bintang itu. Kami telah mengidentifikasi elemen kimia yang belum pernah terlihat di planet di luar tata surya kita,” kata Carole Haswell, pemimpin tim riset dari Universitas Terbuka Inggris. Hasweel dan teman-teman setimnya mempublikasikan hasil riset ini pada 10 Mei 2010 di Jurnal Astrofisika.
Sebuah makalah teoretis pernah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature oleh Shu-lin Li dari Departemen Astronomi, Universitas Peking, Beijing. Shu-lin yang pertama kali memprediksi permukaan planet akan diganggu gravitasi bintang dan gaya gravitasi itu akan membuat planet itu sangat panas sehingga mengembangkan atmosfir luar planet. Prediksi ini kemudian dibuktikan Teleskop Hubble.
WASP-12  adalah sebuah bintang kerdil yang berjarak 600 tahun cahaya dari konstelasi Auriga. Eksoplanet ini ditemukan oleh the United Kingdom’s Wide Area Search for Planets (WASP) pada 2008. Planet panas ini terlalu dekat ke bintangnya sehingga hanya butuh 1,1 hari untuk mengelilingi “mataharinya” itu. [*] ASTROFISIKA/VN/DPT
»»  READMORE...

Lima makhluk bumi yang mungkin bisa hidup di luar angkasa

Selalu ada pertanyaan di dalam benak kita semua: “apakah ada makhluk hidup yang bisa tinggal dan bertahan di planet lain?” jika kita berbicara soal manusia, mungkin tidak. Tetapi, mungkin lima makhluk bumi di bawah ini bisa.
Untuk bertahan hidup, manusia selalu membutuhkan unsur-unsur pendukung kehidupan seperti oksigen. Namun beberapa makhluk hidup yang ada di bumi ini ternyata memiliki karakteristik yang cukup unik dan karakteristik ini memungkinkan mereka untuk hidup pada kondisi ekstrim di luar angkasa.
Sekarang, mari kita lihat lima makhluk super berikut ini:
1. Cacing yang hidup di es metana
saya tahu, melihat foto di atas, kalian mungkin akan teringat dengan salah satu makhluk dalam film alien. Namun, makhluk yang terlihat cukup mengerikan di atas sebenarnya adalah makhluk bumi. Ya, ia diam di antara kita.
Makhluk itu sesungguhnya adalah seekor cacing yang hidup di lempengan es metana yang terdorong ke permukaan dari dasar laut di dekat pantai mexico.
Es metana adalah sebuah gas hidrat yang terbentuk secara alami pada tekanan tinggi dan temperatur rendah di dasar laut yang dalam.
Menurut para ahli dari pennsylvania state university, penemuan cacing ini telah membangkitkan berbagai spekulasi mengenai kehidupan di luar angkasa.
Erin mcmullin, salah satu peneliti yang turut menemukan cacing tersebut berkata:
“sangat menyenangkan ketika kita sibuk berspekulasi mengenai kehidupan di planet lain, kita malah terus menemukan bentuk kehidupan baru yang sepertinya bukan berasal dari bumi.”
lalu, jika kita memberikan sebuah tempat baru baginya di angkasa luar, dimanakah tempat yang cocok baginya?

Jawabannya adalah di titan, salah satu bulan saturnus.
Di titan, terdapat lautan methana yang berlapis-lapis. Jika kita menaruh cacing ini di titan, ada kemungkinan ia dapat bertahan hidup dengan mendiami lapisan es tersebut.
2. Makhluk yang bisa hidup di ruang hampa
setelah melihat foto di atas, saya yakin, kebanyakan dari kalian akan segera teringat dengan beruang. Tidak salah juga. Tapi, makhluk lucu ini bukan seekor beruang. Ia bernama tardigrade. Karena kemiripannya dengan beruang, ia juga sering disebut dengan nama beruang air.
Berbeda dengan beruang darat yang bertubuh besar, makhluk ini hanya memiliki panjang sekitar setengah milimeter. Ini membuatnya tidak terlihat oleh mata telanjang.
Tetapi, jangan menilainya hanya dari ukurannya. Makhluk mikro ini termasuk salah satu makhluk hidup yang paling tangguh di bumi.
Ia memiliki satu kekuatan super.
Ia bisa masuk ke dalam kondisi diam sempurna yang disebut tun. Dalam kondisi ini, makhluk ini bisa bertahan terhadap fluktuasi temperatur, bahkan yang paling ekstrim sekalipun.
Pada tahun 2008, beberapa ekor tardigrade ikut dikirim ke luar angkasa dan terbukti kalau mereka bahkan bisa bertahan di dalam ruang hampa udara.
Jadi, jika kita melepasnya ke ruang angkasa, ada kemungkinan kalau makhluk ini bisa mengarunginya hingga menemukan tempat berdiam yang cocok baginya.
3. Cacing raksasa pemakan belerang
makhluk ini hidup di tepi gunung api super panas jauh di dasar lautan. Dan ia memakan belerang yang dibawa oleh bakteri lokal.
Cacing raksasa ini bisa bertumbuh hingga sepanjang 2,1 meter dan bisa hidup 5 mil di bawah permukaan laut dalam kondisi tekanan yang ekstrim. Tubuh mereka didominasi warna merah. Ini karena banyaknya nadi yang berisi darah di dalamnya.
Yang menarik dari cacing ini adalah kemampuannya bertahan terhadap panas yang ekstrim dan masih tetap bisa menerima kebutuhan hidup yang cukup.
Dimanakah tempat yang cocok baginya di luar angkasa?
Makhluk ini mungkin bisa hidup di venus dimana terdapat sumber belerang yang luar biasa banyak
4. Mikroba antartika pemakan besi
darah mengalir deras di antartika. Apakah ada pembantaian hewan besar-besaran sedang berlangsung?
Tidak! Unsur berwarna merah itu ternyata mikroba yang berdiam di dalam kumpulan air yang terjebak di bawah lapisan es.
Menurut majalah nature:
“cairan ini telah terjebak di dalam glasier selama paling tidak 1,5 juta tahun lamanya. Di dalamnya, paling tidak terdapat 30 jenis bakteri yang masing-masingnya memiliki pergerakan kimia yang unik.”
menurut salah satu peneliti bernama mikucki, mikroba ini menggunakan sulfat sebagai katalis dalam sebuah rantai reaksi yang kompleks dimana penerima elektron akhirnya adalah besi.
“ini adalah contoh bagaimana sebuah ekosistem berhasil bertahan walaupun tertutupi oleh kegelapan dan es yang tebal.”

“life finds a way.”
dengan karakteristik ini, maka mikroba ini mungkin dapat hidup di europa, salah satu bulan jupiter yang memiliki lautan yang kaya akan zat besi di bawah lapisan esnya yang tebal

5. Bakteri yang mampu bertahan dari radiasi
d. Radiodurans adalah nama bakteri ini. Ia mampu bertahan dalam dosis radiasi yang seribu kali lebih kuat dibanding dosis yang dapat diterima manusia.
Kemampuan ini didapatkannya karena sistem pemulihan dnanya yang unik.
Manusia yang menerima radiasi umumnya meninggal karena partikel radioaktif tersebut menghancurkan dnanya. Akibatnya sistem regulasi di tubuh pun terhenti.
namun bakteri ini secara menakjubkan mampu menyusun kembali dna nya yang telah hancur.
salah satu masalah yang dihadapi ketika manusia mencoba untuk hidup di bulan atau mars adalah adanya radiasi yang cukup mematikan. Jika bakteri ini dilepas di angkasa, maka radiasi yang ada di sana tidak akan mampu mempengaruhi tubuhnya.
Jadi, jika suatu hari kita menjelajahi angkasa luar dan planet-planetnya, jangan heran kalau suatu hari kita bisa menemukan makhluk seperti ini di sana. Mungkin saja…
»»  READMORE...

Asal Mula Alam Semesta - Keajaiban Ilmiah Al Qur'an


Sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan asap (nebula), yang merupakan peninggalan dari 'asap' yang menjadi asal kejadian alam semesta.
Gambar 10. Sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan asap (nebula), yang merupakan peninggalan dari 'asap' yang menjadi asal kejadian alam semesta. (The Space Atlas, Heather dan Henbest, hal. 50)
Nebula Laguna adalah sebuah gumpalan gas dan asap yang berdiameter sekitar 60 tahun cahaya. Ia dipendarkan oleh radiasi ultraviolet dari bintang panas yang baru saja terbentuk di dalam gumpalan tersebut.
Gambar 11. Nebula Laguna adalah sebuah gumpalan gas dan asap yang berdiameter sekitar 60 tahun cahaya. Ia dipendarkan oleh radiasi ultraviolet dari bintang panas yang baru saja terbentuk di dalam gumpalan tersebut. (Horizons, Exploring the Universe, Seeds, gambar 9, dari Association of Universities for Research in Astronomy, Inc.)
Ilmu pengetahuan moderen, ilmu astronomi, baik yang berdasarkan pengamatan maupun berupa teori, dengan jelas menunjukkan bahwa pada suatu saat seluruh alam semesta masih berupa 'gumpalan asap' (yaitu komposisi gas yang sangat rapat dan tak tembus pandang, The First Three Minutes, a Modern View of the Origin of the Universe, Weinberg, hal. 94-105.). Hal ini merupakan sebuah prinsip yang tak diragukan lagi menurut standar astronomi moderen. Para ilmuwan sekarang dapat melihat pembentukan bintang-bintang baru dari peninggalan 'gumpalan asap' semacam itu (lihat gambar 10 dan 11)
Bintang-bintang yang berkilauan yang kita lihat di malam hari, sebagaimana seluruh alam semesta, dulunya berupa materi 'asap' semacam itu. Allah telah berfirman di dalam Al Qur'an:
ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ
Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap,... (Al Fushshiilat, 41: 11)
Karena bumi dan langit di atasnya (matahari, bulan, bintang, planet, galaksi dan lain-lain) terbentuk dari 'gumpalan asap' yang sama, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa matahari dan bumi dahulu merupakan satu kesatuan. Kemudian mereka berpisah dan terbentuk dari 'asap' yang homogen ini. Allah telah berfirman:
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. (Al Anbiya, 21:30)
Dr. Alfred Kroner adalah salah satu ahli ilmu bumi terkemuka. Ia adalah Profesor geologi dan Kepala Departemen Geologi pada Institute of Geosciences, Johannes Gutenberg University, Mainz, Jerman. Ia berkata: "Jika menilik tempat asal Muhammad... Saya pikir sangat tidak mungkin jika ia bisa mengetahui sesuatu semisal asal mula alam semesta dari materi yang satu, karena para ilmuwan saja baru mengetahui hal ini dalam beberapa tahun yang lalu melalui berbagai cara yang rumit dan dengan teknologi mutakhir. Inilah kenyataannya." Ia juga berkata: "Seseorang yang tidak mengetahui apapun tentang fisika inti 14 abad yang lalu, menurut saya, tidak akan pernah bisa mengetahui, melalui pemikirannya sendiri, bahwa dulunya bumi dan langit berasal dari hal yang satu."
»»  READMORE...

NASA Temukan Tempat Terdingin Dalam Tata Surya !

neptunus
ALAT jelajah bulan NASA menemukan titik terdingin di sistem tata surya.Titik itu memiliki temperatur sangat rendah untuk makhluk hidup dan bisa mencapai di bawah minus 249 derajat celcius. Orbit penjelajah bulan NASA menggunakan instrumen peramalnya yang disebut Diviner menemukan tempat terdingin di sistem tata surya,adalah di bulan. Saat malam berlangsung, temperatur di tempat itu dapat mencapai hingga di bawah minus 249 derajat celcius. Menurut laporan BBC News, instrumen peramal Diviner meneliti bagian tergelap yang dalam secara permanen di kawah yang ada di bulan. Juga ditemukan pada pertengahan musim dingin, malam hari di dalam suhu permukaan kawah paling dingin di daerah kutub utara dapat mencapai minus 249 derajat Celcius (26 derajat Kelvin). “Bulan memiliki salah satu lingkungan termal yang paling ekstrim bagi siapapun di sistem tata suurya,” ujar Profesor David Paige, Kepala Peneliti Diviner dari Universitas California Los Angeles. “Pada pertengahan hari, temperatur dapat mencapai hingga 400 derajat Kelvin (127 derajat Celcius), dan di kutubnya pada pertengahan malam, di sana bisa menjadi sangatlah dingin,” tambahnya. Kemiringan dari sumbu bulan adalah sebesar 1 ,54 derajat. Bagi kebanyakan tempat, hal ini tidak membuat perbedaan, namun sebagaimana Prof Paige enjelaskan, di kutubnya hanya muncul tiga derajat perubahan dari ketinggian matahari di cakrawala dalam siklus satu tahun. “Hasil ini membuat variasi yang signifikan terhadap perluasan bayangan dan temperatur,” tambahnya. Diviner mengobservasi temperatur terendah pada musim panas di titik tergelap di kutub selatan sekitar 35 Kelvin atau minus 238 derajat Celcius. Tetapi di utara, dekat dengan arus musim dingin yang eksis, instrumen Diviner merekam temperatur sekitar 26 Kelvin di dasar permukaan bulan di kawah Hermit. Juga ada wilayah di ujung selatan di dasar kawah Peary dan Bosch yang kondisi temperaturnya hampir sama dingin. “Cara kita untuk membuat sesuatu hal menjadi lebih dingin adalah dengan menghilangkan semua potensi sumber panas dan di kawah ini di kutub bulan dan mereka sama sekali tidak menerima sinar matahari secara langsung dan tempat terdingin adalah yang tidak pernah menerima sinar matahari secara langsung,” kata Profesor Paige. “Dengan kata lain, hanya sedikit radiasi dapat tersebar dari beberapa tebing di atas mampu jauh turun ke daerah-daerah tersebut, dan mereka hanya sejuk. Akhirnya, mereka mencapai keseimbangan suhu turun pada saat-nilai rendah," tambahnya
»»  READMORE...

Bintang Terdingin Mengisi kesejangan Bintang dan Planet

Bagaimana rasanya berada dekat Matahari? Tentu kita akan menjawab, panas, sampai bisa hangus, deh. Tentu saja, karena suhu permukaan Matahari sendiri 6.000 K. Kali ini, justru ditemukan bintang baru yang sangat dingin, hanya 632 K atau sekitar 350 derajat Celsius. Penemuan bintang yang satu ini memang tidak spektakuler seperti menemukan supernova, namun tetap memberikan banyak informasi dan kaitan antara bintang dan planet khususnya planet raksasa (planet gas). Bintang terdingin yang ditemukan ini adalah sebuah bintang katai cokelat atau yang lebih kita kenal sebagai bintang gagal.

Katai Coklat, bintang yang gagal. Kredit gambar : Hallinan et al. NRAO/AUI/NSF
Penemuan ini didapatkan oleh tim astronom dari Prancis dan Canada dengan menggunakan Canada France Hawaii Telescope (CFHT) dan Gemini North Telescope, yang keduanya terletak di Hawaii, serta menggunakan ESO/NTT di Chile. Bintang katai coklat yang diberi nama CFBDS J005910.83-011401.3 (dan akan disebut dengan nama CFBDS0059), memiliki massa hanya sekitar 15 – 30 kali massa Jupiter, planet terbesar di Tata Surya. Bintang CFBDS0059 terletak pada jarak 40 tahun cahaya dari Tata Surya, dan merupakan objek yang terisolasi. Artinya, bintang ini tidak mengorbit bintang lainnya.
Katai cokelat merupakan objek pertengahan antara bintang dan planet raksasa, dengan massa rata-rata kurang dari 70 massa Jupiter. Nah, karena massanya yang kecil ini, temperatur pusatnya juga tidak cukup tinggi untuk bisa mempertahankan reaksi fusi termonuklir dalam jangka waktu yang panjang. Berbeda sekali dengan bintang seperti Matahari, yang justru menghabiskan seluruh waktu hidupnya untuk membakar hidrogen, sehingga dari proses itu, Matahari bisa menjaga temperatur internalnya agar tetap konstan. Katai cokelat justru akan semakin dingin dan dingin sepanjang hidupnya setelah ia terbentuk.

Perbandingan ukuran bintang dan planet. Kredit gambar : Jon Lomberg / Gemini Observatory
Bintang katai cokelat pertama kali dideteksi pada tahun 1995, dan sejak itu objek bintang yang satu ini semakin umum ditemukan, sama seringnya dengan penemuan planet raksasa. Tapi, tetap ada perbedaan di antara keduanya. Sebagai contoh, di atmosfer katai cokelat ditemukan awan debu dan aerosol, juga sejumlah besar metana, sama seperti yang ditemukan di atmosfer Jupiter dan Saturnus. Namun, di antara katai cokelat dan planet raksasa, terdapat dua perbedaan besar. Di atmosfer katai cokelat, air akan selalu berada dalam kondisi gas, sedangkan di planet raksasa, air justru berkondensasi menjadi air es. Perbedaan lainnya, amonia tidak pernah terdeteksi di katai cokelat, sedangkan pada planet gas raksasa, amonia merupakan salah satu komponen utama di atmosfernya.
Pada penemuan CFBDS0059, tampaknya si bintang dingin ini justru lebih mirip planet raksasa dibanding katai cokelat. Mengapa? Karena ternyata di atmosfer CFBDS0059 terdapat amonia, dan juga karena temperaturnya yang rendah.
Sampai saat ini. terdapat dua kelas bintang katai cokelat yang telah diketahui. Yang pertama adalah kelas katai L dengan temperatur 1200-2000°C, memiliki awan debu dan aerosol pada amosfernya. Kelas kedua adalah katai T yang temperaturnya lebih rendah dari 1200 derajat Celcius. Kelas katai T memiliki spektrum yang berbeda karena terjadi pembentukan metana di atmosfernya. Dengan demikian, keberadaan katai cokelat CFBDS0059 yang berbeda dari kedua kelas tersebut akan menjadi prototipe kelas yang baru, yakni katai Y. Kelas katai Y inilah yang akan mengisi gap yang ada di antara planet raksasa dan bintang panas yang temperaturnya kurang dari 100 derajat Celcius.

Gambar katai coklat CFBDS0059 ( titik merah kecil pada gambar) dan grafik spektrum pada panjang gelombang dekat-inframerah. Kurva paling bawah menunjukan keberadaan amonia. Kredit Gambar : A&A
Tidak hanya itu, penemuan bintang katai cokelat paling dingin ini juga memberi implikasi penting dalam dunia extrasolar planet. Karena ternyata, atmosfer bintang CFBDS0059 memiliki kemiripan dengan planet raksasa, sehingga model yang sama bisa digunakan untuk mengetahui kondisi fisik exoplanet. Tapi, pemodelan ini masih harus dibuktikan melalui pengamatan, yang sayangnya akan sangat sulit dilakukan. Pengamatan atmosfer planet extrasolar masih sulit dilakukan karena cahaya exoplanet terlingkupi cahaya bintang induknya yang sangat terang. Hal ini berbeda dengan bintang katai cokelat yang merupakan objek terisolasi, sehingga jauh lebih mudah mengamati katai cokelat. Karena itu, mencari katai cokelat yang temperaturnya mendekati temperatur planet raksasa akan sangat membantu dalam menguji model atmosfer planet extrasolar.
»»  READMORE...

Keberadaan Alien di Sartunus

http://3.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TJLV_SmZyXI/AAAAAAAAE4I/NoNK1x2RXj4/s1600/titan20100603-browse.jpg
Pemandangan di bulan Saturnus, Titan, tampak seperti ada danau. (NASA)
Bukti yang menunjukkan bahwa ada kehidupan di Titan, bulan Saturnus, tampaknya telah ditemukan oleh para ilmuwan National Aeronautics and Space Administration (NASA).
Para peneliti di lembaga ruang angkasa itu yakin mereka telah menemukan petunjuk penting yang menunjukkan bahwa alien primitif kemungkinan hidup di planet itu.
Data dari satelit Cassini NASA telah menganalisis kimia kompleks di permukaan Titan. Para ahli mengatakan satu-satunya bulan di planet itu memiliki atmosfer padat.


http://2.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TJLV_Jf5biI/AAAAAAAAE4A/pExp464spkA/s1600/Saturn_Titan_liquid.jpg


Mereka telah menemukan bahwa bentuk-bentuk kehidupan telah bernafas di atmosfer planet dan juga memberi makan pada bahan bakar permukaannya.
Para astronom mengklaim bulan itu umumnya terlalu dingin untuk mendukung air cair di permukaannya.
Penelitian itu terbagi dalam dua studi terpisah.
Makalah pertama, dalam jurnal Icarus, menunjukkan bahwa gas hidrogen yang mengalir di seluruh atmosfer planet menghilang di permukaan. Ini menunjukkan bahwa bentuk alien telah bernapas.
Makalah kedua, dalam Journal of Geophysical Research, menyimpulkan bahwa ada kekurangan bahan kimia di permukaan.
Para ilmuwan kemudian dituntun untuk meyakini bahwa zat itu mungkin telah dikonsumsi oleh suatu bentuk kehidupan.


http://1.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TJLV-QqrYpI/AAAAAAAAE34/GtO8Y98YDJw/s1600/ht_saturn_lake_080731_ssh.jpg

Para peneliti memperkirakan sinar matahari berinteraksi dengan bahan kimia di atmosfer untuk menghasilkan gas asetilena. Tapi Cassini tidak mendeteksi gas tersebut.
Chris McKay, seorang astrobiologist di Pusat Penelitian NASA, di Moffett Field, California, yang memimpin penelitian, mengatakan: konsumsi hidrogen mirip dengan cara kita mengkonsumsi oksigen di Bumi.
"Jika tanda-tanda ini menjadi suatu tanda-tanda kehidupan, itu akan sangat menarik karena akan mewakili bentuk kedua dari kehidupan berbasis air di Bumi.
Profesor John Zarnecki, Universitas Terbuka, menambahkan: Kami percaya zat kimia itu ada agar kehidupan terbentuk. Dia hanya membutuhkan panas dan kehangatan untuk memulai proses.
"Dalam waktu empat miliar tahun, ketika matahari membengkak menjadi raksasa merah, akan menjadi surga di Titan."


http://4.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TJLWTJ4rMzI/AAAAAAAAE4Q/8EvPCU2ZFRQ/s1600/dn17665-1_500.jpg

Mereka memperingatkan, bagaimanapun, mungkin ada penjelasan lain untuk hasil temuan itu.
Tapi secara bersama-sama, keduanya menunjukkan dua kondisi penting yang diperlukan untuk keberadaan kehidupan berbasis metana.


http://3.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TJLV90NLH8I/AAAAAAAAE3w/bU7dPSyMoZg/s1600/Capture.JPG
»»  READMORE...

About Me

Foto saya
Orangnya biasa- biasa aja ..